Bangun Koordinasi, BMKG Gorontalo Kunjungi BPBD Provinsi Bahas Cuaca-PENAS XVII
Bangun Koordinasi, BMKG Gorontalo Kunjungi BPBD Provinsi Bahas Cuaca-PENAS XVII
Gorontalo - Dalam upaya memperkuat sinergi penanggulangan bencana di daerah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengunjungi kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo untuk berkoordinasi terkait pengembangan cuaca hujan, gempa, musim kemarau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII tahun 2026.
Kunjungan ini, disambut langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi beserta jajarannya Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Gorontalo, Hifny Tegela, Analis Kebencanaan BPBD Gorontalo Moh. Tahir Laendeng dan Pengelola Data Pusdalops BPBD Provinsi Gorontalo Anton Taib Saleh. Pertemuan berlangsung di ruangan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Kamis (9/4/2026).
Adapun yang hadir dalam kunjungan ini diantaranya Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo Andri Wijaya Bidang, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo Cucu Kusmayancu dan Kepala Stasiun BMKG Wilayah IV Gorontalo Merpati Teodoris Nalle serta jajaran BMKG Gorontalo. Kunjungan ini bertujuan membangun dan mempererat silaturhmi, kolaborasi antarinstansi dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta mitigasi bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Gorontalo.
"Alhamdulillah, kami disambut baik oleh BPBD Provinsi Gorontalo. Dimana kunjungan kami adalah silaturahmi dan yang kedua koordinasi terkait dengan pengembangan cuaca dan kegempaan yang ada di Gorontalo," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo Cucu Kusmayancu.
Cucu menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat penyampaian informasi prediksi cuaca di wilayah Gorontalo.
Pihaknya menyebut BMKG akan berkonsentrasi memantau cuaca menjelang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-XVII Tahun 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 20ââ¬â25 Juni 2026 di Kabupaten Gorontalo.
"Dimana bulan ini dan kedepannya prediksi bulan kemarau di wilayah Gorontalo bervariasi ada mulai bulan Mei ada juga sampai ke bulan Juli dan Dimana awal musim kemarau jatuh pada bulan Juli atau awal Juli," jelasnya.
"Dimana untuk kita konsentrasi ke wilayah-wilayah Gorontalo di zona 6 Kabupaten Gorontalo yang dilaksanakan PENAS (Pekan Nasional Petani Nelayan)," sambungnya.
Cucu menambahkan untuk wilayah Gorontalo akan terjadi musim kemarau, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan panjang durasi bulan Septermber 2026. Dia pun berharap BMKG dan BPBD akan terus membangun kerjasama dan koordinasi terkait cuaca.
"Dengan sifat kemarau bersifat normal dimana puncak kemarau di wilayah Gorontalo 6 atau di Kabupaten Gorontalo sampai bulan September dengan panjang atau durasi musim kemarau begitu. Jadi efek dari kemarau itu kan adanya kekeringan kemungkinan terjadinya karhutla,"
"Harapan kedepannya harus membangun kerjasama yang baik dan informasi-informasi yang kami (BMKG) sampaikan terus di-update," pungkasnya.
Komentar
Update Kekeringan Gorontalo: 7.276 Warga di Tiga Kabupaten Terdampak, BPBD Terus Salurkan Air Bersih
11x Dilihat
ISWANDI A. JUSUF
2026-08-04
89x Dilihat
ISWANDI A. JUSUF
2026-08-04
124x Dilihat
ISWANDI A. JUSUF
2026-08-03
109x Dilihat
ISWANDI A. JUSUF
2026-08-03
88x Dilihat
ISWANDI A. JUSUF
2026-08-03
116x Dilihat
ISWANDI A. JUSUF
2026-08-03