Banjir-Longsor Di Kecamatan Biluhu Dan Bilato Gorontalo, BPBD Koordinasi Penanganan Bencana
Banjir-Longsor di Kecamatan Biluhu dan Bilato Gorontalo, BPBD Koordinasi Penanganan Bencana
GORONTALO – Bencana banjir yang disertai tanah longsor melanda wilayah Kecamatan Biluhu dan Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu (31/5/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Kejadian tersebut mengakibatkan puluhan rumah dan ratusan warga terdampak.
Berdasarkan laporan yang diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo dari petugas di lapangan, banjir yang terjadi akibat tingginya intensitas hujan menyebabkan genangan di permukiman warga.
Sementara itu, dari laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Gorontalo), banjir yang terjadi menyebabkan longsor di Desa Olimeyala, Kecamatan Biluhu, serta merendam permukiman warga di Desa Taulaa, Kecamatan Bilato.
Di Desa Olimeyala, Kecamatan Biluhu, banjir berdampak pada 25 unit rumah yang dihuni oleh 40 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 140 jiwa. Selain itu, tanah longsor turut berdampak pada 2 unit rumah dengan jumlah korban terdampak sebanyak 2 KK atau 7 jiwa.
Sementara itu, di Desa Taulaa, Kecamatan Bilato, banjir melanda dua dusun. Di Dusun 1 tercatat sebanyak 24 KK atau 84 jiwa terdampak, sedangkan di Dusun 2 sebanyak 32 KK atau 130 jiwa terdampak akibat genangan air.
Selain itu, koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat upaya penanganan dan penanggulangan dampak bencana di wilayah terdampak.
"Dari kemarin kejadian kami terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Gorontalo, Pemerintah Kecamatan, Desa dan lainnya untuk melakukan pendataan warga yang terdampak banjir termasuk penanganan dan mitigasi guna mencegah risiko bencana susulan," ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi.
Saat ini, BPBD Kabupaten Gorontalo bersama pemerintah kecamatan, aparat desa, masyarakat, dan unsur terkait lainnya segera melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Upaya yang telah dilakukan meliputi pendataan terhadap warga terdampak banjir dan tanah longsor serta koordinasi dengan pihak terkait guna percepatan penanganan bencana.
Personel yang terlibat dalam penanganan di lapangan terdiri dari BPBD Kabupaten Gorontalo, pihak kecamatan, aparat desa, warga masyarakat, serta unsur terkait lainnya yang secara bersama-sama melakukan pemantauan dan penanganan awal di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, kondisi banjir di wilayah terdampak dilaporkan telah surut. Masyarakat mulai melakukan pembersihan rumah dan lingkungan yang sebelumnya terendam air. Namun demikian, material longsoran di Desa Olimeyala masih belum mendapatkan penanganan lebih lanjut dan memerlukan perhatian dari pihak terkait untuk mengurangi risiko bencana susulan.
BPBD Gorontalo mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya banjir maupun tanah longsor, terutama bagi warga yang bermukim di daerah rawan bencana.
Pihaknya pun terus melakukan pemantauan perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan penanganan pascabencana dapat berjalan dengan baik serta kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Sumber : BPBD Kabupaten Gorontalo.
penaspetaninelayanxvii
Penas XVII Gorontalo 2026
penasxviigtlo
penaspetaninelayanxvii@gmail.com