Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengikuti rapat bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), perihal percepatan dokumen usulan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi tahun 2026. Rapat tersebut sebagai langkah mendukung usulan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi BPBD. Kamis (16/4/2026).
Rapat, Zoom Meeting yang berlangsung di ruangan Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Gorontalo. Dari BPBD yang hadir dalam rapat itu diantaranya Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi, Kepala Bidang (Kabid) III Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Gorontalo Abdul Karim A. Rauf, Pembina Pengelola Rehabilitasi Sosial BPBD Provinsi Gorontalo Rasam Abduraf, Penata Pengelola Rehabilitasi Sosial BPBD Provinsi Gorontalo Peter Krisno Ginting Suka, Pengelola Rehabilitasi Sosial BPBD Provinsi Gorontalo Yayuk Andriyani Usman dan lainnya.
Sementara dalam daftar undangan yang ikut sebanyak 27 BPBD Provinsi dan Kabupaten Kota dan Dinas Teknis se-Indonesia. Rapat ini diinformasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui undangan rapat dengan menindaklanjuti surat Pemberitahuan dari Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nomor: B-07/BNPB/D-IV/RR.01.02/2026 tanggal 26 Januari 2026 perihal Percepatan Dokumen Usulan Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi tahun 2026.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi melalui Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Gorontalo Abdul Karim A. Rauf mengatakan rapat ini merupakan tahapan penting sebagai langkah mendukung percepatan dokumen usulan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi tahun 2026.
"Ini rapat penting sebagai langkah mendukung percepatan dokumen usulan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi tahun 2026," ujarnya.
Rauf menjelaskan, rapat tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi antar pihak yang terlibat, sekaligus memperjelas masing-masing BPBD provinsi, kabupaten/kota terkait percepatan dokumen usulan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi tahun 2026, supaya berjalan efektif dan tepat sasaran. Dia juga menambahkan bahwa dari data usulan Detail Engineering Design (DED) hibah rehabilitasi dan rekonstruksi untuk Provinsi Goorntalo statusnya sudah aman.
"11 daerah yang sudah selesai sampai tahap Detail Engineering Design (DED) termasuk Provinsi Gorontalo dan 16 kabupaten kota sementara dalam tahap revisi Detail Engineering Design (DED) usulan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi," pungkasnya.