Loading...
BPBD Provinsi Gorontalo, Basarnas-BMKG Digandeng Kampus UNG Simulasikan Mitigasi Bencana
2026-05-16
BPBD Provinsi Gorontalo, Basarnas-BMKG Digandeng Kampus UNG Simulasikan Mitigasi Bencana

Gorontalo - Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Basarnas Gorontalo, BMKG Stasiun Geofisika Kelas IIA Gorontalo menggelar simulasi mitigasi bencana di lingkungan kampus Universitas Negeri Gorontalo, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan ratusan mahasiswa, serta dosen. Simulasi dilakukan sebagai bentuk edukasi dan pelatihan menghadapi situasi darurat seperti gempa bumi, kebakaran, hingga evakuasi korban bencana.



Dalam simulasi, peserta diberikan pemahaman mengenai prosedur penyelamatan diri, jalur evakuasi, penggunaan alat keselamatan, hingga penanganan pertama terhadap korban. Tim dari BPBD Provinsi Gorontalo dan Basarnas Gorontalo juga memperagakan teknik evakuasi serta koordinasi tanggap darurat secara terpadu.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo dr. Zuhriana K. Yusuf atau Dokter Nunu menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan akademik. Mengingat wilayah Gorontalo termasuk daerah yang memiliki potensi bencana alam, kesiapsiagaan dinilai menjadi hal penting yang harus dimiliki seluruh civitas akademika.

"Sebenarnya Fakultas Kedokteran UNG keunggulannya gawat darurat bencana.
Sehingga hari ini bagian dari mata kuliah manajemen bencana atau praktikum simulasi bencana, mahasiswa kedokteran ada 64 orang dan 7 prodi yang kami anggap berkaitan sehingga ada dari kesehatan kesmas, farmasi dan lainnya, ada komunikasi, geografi dan lain-lain," kata dr. Zuhriana K. Yusuf.

"Dan kenapa kami mengandeng BPBD, Basarnas, BMKG sebelumnya kami sudah ada kerjasama dengan mereka," tambahnya.



Sementara itu, Pengelola Data BPBD Provinsi Gorontalo Mohamad A. Nasaru, mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga kebencanaan sangat penting untuk memperkuat edukasi mitigasi bencana di masyarakat.

"Jadi, memang setiap tahun BPBD selalu dilibatkan melakukan penanggulangan evakuasi mitigasi, dan kami selalu berkoordinasi dengan pihak kampus UNG," kata Mohamad A. Nasaru.

Simulasi berlangsung tertib dan mendapat antusias tinggi dari peserta. Kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama guna meningkatkan efektivitas penanganan bencana di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga kebencanaan dalam memperkuat kapasitas mitigasi bencana di Provinsi Gorontalo.

Pengelola SDM Basarnas Gorontalo Salam, juga menekankan pentingnya respons cepat dan koordinasi saat terjadi bencana. Dengan adanya latihan berkala, diharapkan seluruh peserta mampu memahami langkah penyelamatan yang benar dan meminimalkan risiko korban.

"Yang pertama kami sangat bersyukur diundang dalam kegiatan simulasi kampus UNG, kami selalu diundang dan hampir setiap tahun," ujar Salam.

"Yang pertama koordinasi, kolaborasi sering informasi musibah dari BPBD, proses evakuasi. Kami mengedepankan SOP contoh terjadi gempa bumi, dimana tempat kita evakuasi mandiri," pungkasnya.


Komentar
Chat WhatsApp Museum