Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan potensi peringatan dini cuaca hidrometeorologi yang melanda wilayah Gorontalo, dalam beberapa hari ke depan tahun 2026.
Berdasarkan informasi terbaru yang diterima BPBD Gorontalo dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Gorontalo kini berada dalam kondisi siaga cuaca hidrometeorologi. Kondisi ini ditandai dengan intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang.
"Kita sudah mengimbau kepada seluruh baik BPBD kabupaten, kota maupun masyarakat yang ada di wilayah yang sering terjadi bencana dan hati-hati terutama menghadapi cuaca hidrometeorologi banjir, longsor dan angin kencang yang sering terjadi," ujar Analis Kebencanaan BPBD Gorontalo Moh. Tahir Laendeng, Kamis (21/1/2026).
Tahir menjelaskan cuaca hidrometeorologi ini membawa risiko serius bagi sejumlah wilayah di Gorontalo, terutama daerah yang secara geografis rawan bencana. Ada tiga potensi ancaman utama yang menjadi perhatian BPBD yakni banjir, tanah longsor, dan angin kencang/puting beliung.
âMemang cuaca saat ini dipengaruhi oleh siklon tropis yang ada di wilayah Indonesia khususnya di bagian utara dan ini mengganggu," jelasnya.
Menyikapi ancaman cuaca hidrometeorologi tersebut, Pihak BPBD Gorontalo telah menyiagakan personel lapangan di masing-masing wilayah untuk melakukan pemantauan secara berkala. Tahir juga meminta warga agar segera melapor jika melihat tanda-tanda awal bencana.
"Sejak tahun 2025 akhir kita sudah siaga sampai hari ini. Sehingga semua sudah siaga termasuk BPBD Provinsi Gorontalo," ungkapnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai dan mengumpulkan informasi cuaca dari sumber resmi BPBD di wilayah masing-masing serta melaporkan kondisi darurat kepada masing-masing pihak yang berwenang demi meminimalisir dampak bencana dapat terjadi sewaktu-waktu.