Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo kunjungi BMKG, Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo, untuk berkoordinasi terkait prakiraan cuaca di wilayah Gorontalo. Rabu (28/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut BPBD, disambut oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Gorontalo Cucu Kusmayancu, diruangannya. Pihak BPBD hadir langsung Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Gorontalo, Ferdi Adam didampingi Analis Kebencanaan BPBD Gorontalo Moh. Tahir Laendeng.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Gorontalo Cucu Kusmayancu mengatakan bahwa kedatangan dari BPBD di BMKG untuk melakukan koordinasi terkait prakiraan cuaca tahun 2026. Dia juga menyebut prakiraan cuaca puncak musim hujan pada bulan Februari hingga Juni.
"Terkait cuaca ini tahun 2026, nanti kami menganalisis prakiraan potensi cuaca yang signifikan terjadi," kata Cucu Kusmayancu.
"Jadi, kalau menurut kami curah hujan itu memang puncaknya di bulan Mei sampai Juni. Kalau untuk wilayah Gorontalo bagian selatan ini puncaknya ada dua Desember atau Januari dan Mei atau Juni," tambahnya.
Cucu juga menjelaskan koordinasi BPBD soal prakiraan cuaca ini sangat bagus. Kata dia, ini juga untuk mengantisipasi puncak musim hujan.
"Koordinasi sangat bagus sekali, ini untuk antisipasi jangan sampai terulang lagi hal yang tidak dinginkan prakiraan cuaca," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Gorontalo Ferdi Adam mengatakan kedatangan BPBD tersebut untuk melakukan koordinasi ke BMKG terkait prakiraan cuaca.
"Iya, koordinasi terkait prakiraan cuaca di Gorontalo," kata Ferdi Adam.