Loading...
Update : Ribuan Warga Terdampak Banjir-Longsor Di Gorontalo Utara Dan Bone Bolango, BPBD Lakukan Penanganan
2026-05-29
Update : Ribuan Warga Terdampak Banjir-Longsor di Gorontalo Utara dan Bone Bolango, BPBD Lakukan Penanganan

GORONTALO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo merangkum perkembangan situasi dan melakukan penanganan bencana banjir dan longsor yang dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Bone Bolango. Peristiwa yang terjadi sejak 26 Mei 2026 tersebut mengakibatkan ribuan warga terdampak, puluhan rumah mengalami kerusakan, serta sejumlah fasilitas umum ikut terdampak.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Gorontalo, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Selasa (26/5/2026) mulai pukul 15.30 hingga 17.20 Wita. Kondisi tersebut menyebabkan banjir dengan ketinggian muka air berkisar antara 100 hingga 250 sentimeter di sejumlah desa.

Selain itu, hujan kembali mengguyur wilayah Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, pada pukul 20.40 hingga 22.40 Wita dan menyebabkan banjir di beberapa desa yang berada di wilayah tersebut.

Di Kabupaten Gorontalo Utara, wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Biau. Desa Bualo tercatat mengalami dampak pada 190 kepala keluarga (KK) atau 771 jiwa dengan 190 unit rumah terdampak dan dua unit rumah mengalami kerusakan ringan. Di Desa Didingga, sebanyak 128 KK atau 696 jiwa terdampak, dengan 128 unit rumah terdampak, dua unit rumah rusak total, 16 unit rumah rusak berat, serta satu rumah ibadah mengalami kerusakan ringan.

Sementara itu, Desa Biau mencatat 188 KK atau 717 jiwa terdampak dengan 188 unit rumah terendam banjir. Desa Omuto mengalami dampak pada 168 KK atau 562 jiwa dengan 168 unit rumah terdampak. Sedangkan Desa Luhuto tercatat sebanyak 52 KK atau 512 jiwa terdampak dengan 52 unit rumah terendam banjir.

Secara keseluruhan, banjir di Kecamatan Biau berdampak pada 726 KK atau 3.258 jiwa dengan total 726 unit rumah terdampak. Saat ini banjir telah surut, namun masih menyisakan lumpur dan material lainnya di rumah-rumah warga.

Di Kabupaten Bone Bolango, banjir melanda beberapa desa di Kecamatan Bone. Di Desa Muara Bone dilaporkan satu orang korban luka-luka atas nama Wahnin Tangahu (35), seorang ASN yang saat ini telah dirujuk ke RSUD Aloe Saboe untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Selain itu, di Desa Moodulio tercatat sebanyak 73 KK atau 299 jiwa terdampak dengan 58 unit rumah terdampak. Di Desa Taludaa, sebanyak 157 KK atau 484 jiwa terdampak. Banjir juga mengakibatkan sejumlah fasilitas umum terdampak, antara lain PAUD Mentari, TK Siaga Permai, SDN 1 Bone, Kantor Camat Bone, PKLB Bone, serta Pasar Rakyat Taludaa. Sementara di Desa Masiaga tercatat 10 KK terdampak.

Total dampak banjir di Kabupaten Bone Bolango mencapai 290 KK dengan 483 jiwa terdampak. Meski air telah surut, material berupa batu, kayu, lumpur, dan sampah masih menutupi sejumlah ruas jalan dan rumah warga.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Ir. Rusli Wahjudewey Nusi, M.T., M.M., mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Gorontalo Utara dan BPBD Kabupaten Bone Bolango untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal.

"BPBD Provinsi Gorontalo terus memantau dan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam proses penanganan bencana, mulai dari evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak hingga distribusi bantuan kemanusiaan," ujarnya.

Sejumlah upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan tim gabungan, di antaranya koordinasi lintas sektor, evakuasi warga terdampak, pembersihan rumah warga dari lumpur dan material banjir, serta penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.

BPBD Provinsi Gorontalo juga telah menyalurkan bantuan dalam bentuk natura kepada masyarakat terdampak banjir di Gorontalo Utara. Bantuan tersebut meliputi 300 kilogram beras, 200 kilogram ikan, berbagai kebutuhan bahan makanan dan rempah-rempah, sabun pembersih, kebutuhan balita, kebutuhan ibu hamil, tenda pengungsian, pompa air (alkon), hingga paket pembersih.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Bone Bolango bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo turut menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Bone.

Meski kondisi banjir telah berangsur surut, sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan. Di Kabupaten Gorontalo Utara, masyarakat membutuhkan makanan siap saji, selimut, sandang, tikar atau matras, air bersih, air minum, serta terpal. Sedangkan di Kabupaten Bone Bolango dibutuhkan alat berat untuk pembersihan material banjir, peralatan kebersihan, dan pasokan air bersih.

Penanganan bencana ini melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Provinsi Gorontalo, Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, BPBD Kabupaten Bone Bolango, TNI/Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), pemerintah kecamatan dan desa terdampak, BWS Sulawesi II, serta masyarakat setempat.

BPBD Provinsi Gorontalo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dan berpotensi menimbulkan banjir maupun tanah longsor di wilayah rawan bencana.

Sumber: Pusdalops PB BPBD Provinsi Gorontalo, BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, BPBD Kabupaten Bone Bolango.

Komentar