Loading...
20 Rumah Di Kecamatan Tibawa Gorontalo Terdampak Bencana Angin Puting Beliung-Banjir
2026-02-09
20 Rumah di Kecamatan Tibawa Gorontalo Terdampak Bencana Angin Puting Beliung-Banjir


Gorontalo - Memasuki awal bulan Februari, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mencatat kejadian bencana angin puting beliung dan banjir di Kabupaten Gorontalo. Laporan awal peristiwa yang berhasil dihimpun sejak Senin (9/2/2026) adalah sebagai berikut.

Dari sisi kerusakan, tercatat 20 rumah rusak berat, sedang dan ringan di Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Lokasi terdampak berada di Desa Datahu 4 rumah, Desa Isimu Raya 13 rumah, Desa Isimu Selatan 2 rumah, Desa Dunggala 1 rumah. Insiden ini terjadi setelah hujan berintensitas tinggi disertai angin puting beliung.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi melalui  Analis Kebencanaan BPBD Gorontalo Moh. Tahir Laendeng pihaknya mencatat rata-rata kondisi bagian atap rumah yang parah, salah satu rumah di Desa Datahu atapnya dan meteran listrik rusak dibawa angin puting beliung, dan juga KPM Desa Isimu Raya rumahnya tertimpa pohon dan kebanjiran. Dia mengatakan bahwa data jumlah yang terdampak bencana baru sementara.

"Ini data sementara yang terdampak, nanti akan update," ujar Analis Kebencanaan BPBD Gorontalo Moh. Tahir Laendeng.

Menyikapi bencana yang masih berpotensi terjadi musim hujan, angin puting beliung, BPBD mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga. Beberapa wilayah di Gorontalo masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir.

BPBD diharapkan dapat menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat apabila diperlukan evakuasi ke tempat aman guna menghindari bahaya banjir, banjir bandang, ataupun tanah longsor.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai dan mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi BPBD di wilayah masing-masing serta melaporkan kondisi darurat kepada masing-masing pihak yang berwenang demi meminimalisir dampak bencana dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sumber : Tagana dan BPBD Kabupaten.

Komentar