BPBD Gorontalo Bersama Lintas Sektor Salurkan 265.350 Liter Air Bersih Untuk Warga Gorontalo
BPBD Gorontalo Bersama Lintas Sektor Salurkan 265.350 Liter Air Bersih untuk Warga Gorontalo
GORONTALO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo terus memperkuat upaya penanganan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut.
Hingga 18 Agustus 2026, BPBD Provinsi Gorontalo bersama BPBD kabupaten serta sejumlah instansi terkait telah menyalurkan 265.350 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap dengan menyasar wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air akibat kondisi kekeringan.
Berdasarkan data BPBD, bantuan tersebut telah tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo Utara. Penyaluran mencakup 11 kecamatan dan 18 desa.
“Penyaluran air bersih terus kami lakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” kata Rusli W. Nusi. Selasa (18/8/2026).
Sejumlah wilayah yang menerima bantuan di antaranya Kecamatan Pulubala dan Bongomeme di Kabupaten Gorontalo, Kecamatan Bone Pantai, Kabila Bone, Botupingge dan sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Bone Bolango, serta wilayah terdampak di Kabupaten Gorontalo Utara.
Dalam pelaksanaan distribusi, BPBD mengerahkan armada dan peralatan operasional berupa mobil tangki serta kendaraan pendukung lainnya. Penanganan juga melibatkan berbagai lintas sektor unsur, mulai dari BPBD Kabupaten, PMI, Dinas Sosial, TNI-Polri hingga pihak terkait lainnya.
Rusli menegaskan bahwa sinergi lintas instansi diperlukan agar distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.
Langkah tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
BPBD Provinsi Gorontalo juga terus memantau kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat di lapangan sebagai dasar untuk menentukan titik-titik penyaluran berikutnya.