Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang, BPBD Gorontalo Salurkan Air Bersih Untuk Warga Bone Pesisir
Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang, BPBD Gorontalo Salurkan Air Bersih untuk Warga Bone Pesisir
GORONTALO - Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang bagi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo untuk terus menjalankan tugas kemanusiaan. Di tengah kondisi kekeringan yang masih melanda Gorontalo, petugas tetap turun langsung menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Kamis (24/9/2026).
Kali ini, distribusi air bersih menyasar tiga wilayah di kawasan pesisir Bone Pesisir, yakni Desa Modelomo, Kecamatan Kabila Bone, serta Desa Tolotio dan Desa Batu Hijau, Kecamatan Bonepantai. Sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 10.000 liter untuk masyarakat Desa Batu Hijau, 5.000 liter untuk Desa Tolotio, dan 5.000 liter untuk Desa Modelomo.
Air bersih diangkut menggunakan mobil water tank BPBD Provinsi Gorontalo berkapasitas 5.000 liter. Armada tersebut dikerahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air bersih selama musim kemarau. Kegiatan distribusi dilaksanakan oleh personel BPBD Provinsi Gorontalo, yakni Anton Hulima, Syaripudin Lamusu, dan Widyanto.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, mengapresiasi semangat para petugas yang tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat meskipun menghadapi keterbatasan fisik. Menurut Rusli, pelayanan kemanusiaan membutuhkan kepedulian, kerja sama, dan semangat untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kondisi sulit akibat kekeringan.
“Keterbatasan bukan penghalang untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana kita BPBD Provinsi tetap hadir dan berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rusli.
Ia menambahkan, pendistribusian air bersih merupakan bagian dari upaya BPBD Provinsi Gorontalo dalam menangani dampak kekeringan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.
Dengan menggunakan armada water tank, petugas terus bergerak menyalurkan air bersih ke titik-titik yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga, khususnya masyarakat di wilayah pesisir yang menghadapi keterbatasan ketersediaan air selama musim kemarau.