BPBD Gorontalo Laporkan 954 Jiwa Terdampak Kekeringan Di Bone Pantai, Distribusi Air Bersih Terus Dilanjutkan
BPBD Gorontalo Laporkan 954 Jiwa Terdampak Kekeringan di Bone Pantai, Distribusi Air Bersih Terus Dilanjutkan
GORONTALO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo terus mengintensifkan penanganan bencana kekeringan yang melanda Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango.
Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Gorontalo, hingga Senin (27/7/2026) pukul 11.30 Wita, sebanyak 221 kepala keluarga (KK) atau 954 jiwa di empat desa terdampak krisis air bersih.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi melalui Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Moh. Tahir Laendeng, mengatakan penanganan dilakukan secara cepat melalui koordinasi lintas sektor untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
"Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, BPBD bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) dan PMI Provinsi Gorontalo langsung melakukan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak. Penanganan akan terus dilanjutkan agar kebutuhan dasar warga selama musim kemarau tetap dapat terpenuhi," ujar Moh. Tahir Laendeng.
Menurut laporan, kekeringan dipicu oleh kondisi cuaca kering yang mulai melanda wilayah Bone Bolango. Berdasarkan rilis BMKG, wilayah tersebut telah masuk kategori areal agak kering akibat anomali iklim, sehingga menyebabkan sejumlah desa di Kecamatan Bone Pantai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Hasil pendataan sementara menunjukkan wilayah terdampak yakni Desa Tongo sebanyak 104 KK atau 353 jiwa. Desa Pelita Hijau sebanyak 19 KK atau 62 jiwa. Desa Batu Hijau sebanyak 45 KK atau 386 jiwa, termasuk satu unit Sekolah Luar Biasa (SLB). Desa Uwabanga sebanyak 53 KK atau 153 jiwa.
Secara keseluruhan, terdapat 221 KK dengan 954 jiwa yang terdampak kekeringan di Kecamatan Bone Pantai. Pendataan masih terus dilakukan sehingga jumlah tersebut berpotensi mengalami perubahan sesuai hasil verifikasi lapangan.
Dalam pelaksanaan penanganan, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala. Selain akses jalan menuju beberapa lokasi yang belum memungkinkan dilalui kendaraan untuk mobilisasi suplai air bersih, sumber air PDAM Uwabanga juga mengalami kerusakan dan dijadwalkan menjalani perbaikan.
Di sisi lain, proses distribusi air bersih pada hari pertama baru dapat menjangkau Desa Batu Hijau. Hal tersebut disebabkan armada mobil tangki milik PMI Provinsi Gorontalo mengalami kerusakan teknis sehingga menghambat proses pendistribusian ke desa-desa lainnya.
"Besok penyaluran air bersih akan kembali dilanjutkan menggunakan mobil tangki milik BPBD Provinsi Gorontalo dengan sasaran Desa Batu Hijau, Uwabanga, dan Desa Tongo. Kami berupaya agar seluruh masyarakat terdampak dapat segera memperoleh pasokan air bersih," jelas Tahir.
Operasi penanganan kekeringan melibatkan personel dari berbagai instansi, terdiri atas dua personel BPBD Provinsi Gorontalo, satu personel BPBD Kabupaten Bone Bolango, satu personel Balai Wilayah Sungai Gorontalo, serta dua personel PMI Provinsi Gorontalo. Tim juga didukung satu unit mobil rescue dan satu unit mobil tangki air bersih, dengan sumber pengambilan air dari PDAM Uwabanga.
BPBD Provinsi Gorontalo mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat, menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia, serta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila terdapat wilayah lain yang mulai mengalami krisis air bersih.