Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi (Rakor) sinkronisasi sektor pelaku kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Gorontalo. Kegiatan mengangkat tema "Sinergitas Tangguh Bencana".
Kegiatan
ini berlangsung di Hotel Fox Gorontalo, Kota Gorontalo. Kamis
(23/4/2026). Kegiatan dibuka langsung Wakil Gubernur Gorontalo Idah
Syahidah Rusli Habibie.
Adapun yang hadir dalam rapat tersebut,
antara lain Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi dan
seluruh jajaran pegawai BPBD Provinsi Gorontalo. Peserta rapat
koordinasi berjumlah 150 orang yang terdiri dari instansi vertikal (
Perwakilan Pemerintah Pusat). Kapolda Gorontalo, Dandrem 133 Nani
Wartabone, Rektor Universitas Gorontalo (UNG), Danlanal Gorontalo,
Kepala BNPP Provinsi Gorontalo, Kepala Stasiun Meteorologi Gorontalo,
Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Kepala BWS Sulawesi II Gorontalo,
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Kepada BP DAS Bone Bolango,
Kepala BPKH Provinsi Gorontalo, Kepala PMI Gorontalo.
Sementara
dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) : Badan Perencanaan Penelitian
dan Pengembangan Daerah Provinsi Gorontalo, Dinas Pekerjaan Umum,
Penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman Provinsi
Gorontalo, Dinas Kesehatan, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga
Berencana Provinsi Gorontalo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Provinsi Gorontalo, Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, BPBD kab/kota
se-Provinsi Gorontalo dan Bappeda kab/kota se-Provinsi Gorontalo.
Narasumber
dalam kegiatan rakor ini berasal dari, Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB), Ditjen Bina Bangda Kemendagri RI, Kepala Bappeda
Provinsi Gorontalo, Kepala BKPSDM Provinsi Gorontalo, Kepala Pelaksana
BPBD Provinsi Gorontalo, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi
Gorontalo, Kepada Biro Pemerintahan Setda Provinsi Gorontalo.
Ketua
Panitia Subchan Mahcmud mengatakan kegiatan rapat koordinasi merupakan
sinkronisasi sektor pelaku kebencanaan Penanggulangan Bencana Daerah
Provinsi Gorontalo. Kegiatan diikuti 150 orang peserta, selama dua hari.
"Hari
ini pelaksanaan kegiatan rapat koordinasi sinkronisasi sektor pelaku
kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo dan dikuti ada 150 orang peserta
dinas terkait. Dan kegiatan dilaksanakan 2 hari pada tanggal 23-24 April
2026," kata Subchan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo
Rusli W. Nusi mengatakan bahwa tujuan kegiatan tersebut sinkronisasi
sektor pelaku kebencanaan. Menurutnya kegiatan ini sebagai kesamaan
persepsi terhadap implementasi standar operasional prosedur
kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.
"Tujuan kegiatan
sinkronisasi data IKD dan IRB sejak tahun 2021-2025, kesamaan persepsi
terhadap implementasi pelaksana standar operasional prosedur (SOP),
meningkatkan SDM aparatur dalam hal kesiapsiagaan dalam penanggulangan
bencana, menciptakan satu data kebencanaan antara kabupaten/kota
se-Provinsi Gorontalo, untuk bisa memberikan informasi tingkat risiko
bencana," ujar Rusli W. Nusi
"Serta langkah strategis daerah
dalam perencanaan kontijensi, baik antar lembaga pemerintah, akademisi
dan peniliti, lembaga usaha lainnya lembaga pemerintah, akademisi dan
peneliti, lembaga usaha lainnya dan pernah masyarakat serta media massa
dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana," tambahnya.
Sementara
itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengatakan
rapat koordinasi diharapkan bisa menyatukan persepsi, koordinasi antar
lembaga. Dia juga berharap rapat ini singkronisasi sektor pelaku
kebencanaan.
"Dalam rangka melaksanakan koordinasi penanggulangan
bencana. Melalui forum ini saya berharap ada perubahan yang kita capai
antara lain menyatukan persepsi dan meningkatkan koordinasi dan
komunitas antar lembaga mengindentifikasi, potensi risiko serta solusi
mitigasi yang tepat," ujar Idah Syahidah Rusli Habibie.
"Insyaallah,
diharapkan juga dengan kegiatan sinkronisasi ini kita membuka peluang
seluas-luasnya menerima masukan kerjasama dari akademisi dan pihak
swasta bagaimana bisa bersinergi dengan sebaik-baiknya. Karena kita tahu
seperti ini bukan hanya sebatas koordinasi saja, tapi juga mitigasi,"
pungkasnya.