Update Kekeringan Gorontalo: 15.531 Warga Di Tiga Kabupaten Terdampak, BPBD Terus Salurkan Air Bersih
Update Kekeringan Gorontalo: 15.531 Warga di Tiga Kabupaten Terdampak, BPBD Terus Salurkan Air Bersih
GORONTALO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melaporkan data sementara 15.531 jiwa dari 6.100 kepala keluarga (KK) yang terdampak dari tiga kabupaten dilaporkan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Kamis (6/8/2026).
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Provinsi Gorontalo terus mengintensifkan distribusi air bersih ke wilayah-wilayah terdampak sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Gorontalo Hifny Tegela, mengatakan pihaknya terus melakukan asesmen lapangan secara berkala untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran sesuai tingkat kebutuhan masyarakat.
"Data dampak kekeringan terus mengalami perkembangan seiring hasil pendataan di lapangan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 15.531 jiwa dan 6.100 KK terdampak di tiga kabupaten. BPBD bersama pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pemangku kepentingan terus bergerak menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air," ujar Hifny.
Menurutnya, distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan desa-desa yang mengalami penurunan debit sumber air bersih serta wilayah yang akses airnya semakin terbatas akibat musim kemarau berkepanjangan.
Selain mendistribusikan air bersih, BPBD Provinsi Gorontalo juga terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan potensi kekeringan bersama instansi terkait. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas penanganan serta percepatan respons apabila terdapat penambahan wilayah terdampak.
Hifny menjelaskan bahwa penanganan kekeringan tidak dapat dilakukan oleh BPBD semata, melainkan membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, perangkat daerah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan hingga masyarakat.
"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih, sehingga kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung," katanya.